Ketika azan berkumandang menandakan masuknya waktu solat zohor,.. ana memandang ke luar surau fakulti .. sekitarnya kelihatan sepi, walaupun ada beberapa pelajar siswazah yang kelihatan sedang hangat berdiskusi.. hanya beberapa orang sahaja siswi2 yang masuk ke surau fakulti ekonomi dan perniagaan ini.. selepas 7 minit bilal pun iqamah menandakan bermulanya solat..
sering ana lihat di surau2 dan di masjid kurang sekali insan2 yang mengunjunginya.. walaupun masjid universiti besar sekali namun tak berpadanan dengan bilangan jemaah yang hadir. apatah lagi insan hadir itu lebih selesa untuk solat sendirian.. sedangkan kekuatan umat kita dilihat pada sejauh mana imarahnya masjid2 dengan ibadah, ukhuwah dan harokah islamiyah.
kelihatan di mana2 manusia sibuk dengan agenda hariannya, yang telah pun tersusun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.. umat hari ini adakalanya terlalu leka membicaraan tentang sosial, ekonomi, politik dan akademik sehingga perbicaraan itu terkadang kurang memberi manfaat pada umat. bagi yang bekerja sibuk dengan kariernya.. dan bagi mahasiswa sibuk dengan studynya, dan pelbagai aktiviti yang melingkari perjalanannya di kampus..kesibukan seperti ini terkadang tidak memberi ruang untuk mereka memenuhi kebutuhan spiritual yang sentiasa dahagakan iman untuk menjadi benteng pada perancangan makhluk jahat yang sentiasa mencari kesempatan merosakkan iman. ana sendiri dapat merasakan.. sukarnya untuk mengajak teman2 ke masjid, ke majlis2 taklim.. betapa mudah benar untuk bersama2 shopping, sports dan berdiskusi yang tidak bermanfaat.
"Barangsiapa mengkehendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebahagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bahagiaan di akhirat" (asy- syura:20)
para da'ie hari ini bukan sahaja perlu mempersiapkan diri untuk menyampaikan kefahaaman islam., malahan perlu mencari strategi untuk melawan kesibukan2 yang sering membataskan agenda tarbiah.
ana terbaca di dalam buku Bersama Kafilah Ikhwan karangan Abbas As-sissiy, menyebut kenapa ikhwan tegar untuk melakukan dakwah,
pertama: kerana umat kita sudah jauh dari petunjuk alquran.
kedua: kerana musuh2 islam sedang berusaha menghancurkan akidah dan kehidupan umat Islam.
dan kerana itulah kita di sini..
ana nak bawakan kisah Abu Darda' untuk sama2 kita hayati..
"Kisahnya ketika itu, Abdurrahman bin Jubair, bercerita apa yang ia dengar dari ayahnya, Tatkala Tatkala Cyprus (Romawi) diktaklukkan kaum muslimin, tiba-tiba mereka banyak yang menangis. Aku melihat Abu Darda’ menangis sendirian, aku bertanya kepadanya, ‘Wahai Abu Darda’ apa yang membuat menangis di hari Allah Azza Wa Jalla memuliakan Islam dan pemeluknya?’. Ia berkata, ‘Celaka kamu wahai Jubair. Betapa hinanya makhluk disisi Allah Ta’ala, jika mereka mengabaikan perintah-Nya.Kamu tahu mereka sebelumnya adalah umat yang kuat dan pemenang, akan tetapi karena mereka meninggalkan perintah Allah, maka kamu lihat seperti apa mereka sekarang? ‘
Betapa, banyak umat yang lalai, ketika datang kenikmatan yang diberikan oleh Allah Ta’ala, mereka menjadi tidak shabar, lalai, dan meninggalkan ajaran-ajaran-Nya, serta berbuat maksiat dan durhaka. Kenikmatan, yang sangat sedikit dibandingkan dengan nikmat yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla, kelak di surga, sebagai balasan atas keimanannya, justru diabaikan, dan memilih kenikmatan di dunia, yang sangat hina.
Kemudian, banyak manusia yang melampaui batas, dan lebih rela mengejar dunia. Bahkan, Abud Darda’ menegaskan : “Beribadalah kalian kepada Allah, seakan kalian melihat-Nya, dan anggaplah diri kalian termasuk orang-orang yang mati”.
Dari Ummu Salamah berkata, aku mendengar Rasulullah shallahu alaihi wa salam bersabda : “Jika kemaksiatan merebak diantara umatku, maka Allah akan menimpakan azab yang akan mengenai siapa saja”. Kemudian sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah bukankah diantara mereka ada orang shaleh?”. Lalu, jawab Rasulullah shallahu alaihi wa salam : “Betul”. Selanjutnya, sahabat bertanya : “Apa yang diperbuat mereka kepada mereka?”. Beliau menjawab : “Mereka juga merasakan apa yang dirasakan orang umumnya, mereka mendapatkan pengampunan dan ridha dari Allah”. (HR.Ahmad).
akhwat fillah rahimakumullah... miga kita menjadi insan yang menjauhkan diri dari semua yang akan menjadi penghalang untuk mendapat keridhaan Rabbi. Termasuk tidak ingin melakukan perbuatan dosa. tingkatkan MUJAHADAH dengan menambah stok2 iman di gudang hati.. Wallahu ‘alam
No comments:
Post a Comment